Archive for ‘Keluarga’

July 2, 2012

Tips Memilih Obat Batuk Anak

tabloidnova.com- Musim pancaroba dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit seperti batuk dan pilek. Nah, jika anak-anak terjangkit penyakit ini, orangtua harus bisa mengenali gejala penyakit batuk dan memilih obat batuk yang tepat.
Tubuh sebenarnya sudah berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan udara dan temperatur di sekitar. Namun, faktor lingkungan seperti cuaca dan angin tetap dapat mempercepat penyebaran penyakit menular yang dipicu virus dan bakteri. Maka musim pancaroba yang disertai perubahan udara dan temperatur seperti saat ini harus diwaspadai karena menimbulkan berbagai penyakit.

batuk pada anak

Beberapa faktor pemanasan global (global warming ) di mana suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi meningkat juga turut berpengaruh terhadap penyebaran penyakit. Faktor ini, menurut situs CBSNews, memungkinkan bakteri penyebab penyakit, virus dan jamur berpindah ke daerah baru yang dapat membahayakan spesies yang beragam, termasuk manusia.
Jenis-Jenis Batuk
Salah satu penyakit yang akrab di musim pancaroba adalah batuk dan pilek. Batuk sebetulnya tidak selalu harus dimusuhi karena merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Udara yang keluar akibat batuk, misalnya, justru akan membuat segala sesuatu yang menghambat di saluran napas terbuang keluar. Terutama benda asing, cairan, atau lendir, sehingga saluran napas jadi bersih.
Oleh karena itu, batuk terkadang justru diperlukan untuk membuang semua yang menyumbat saluran napas. Batuk baru digolongkan berbahaya jika benda yang menghambat saluran napas tidak bisa dikeluarkan lewat mekanisme batuk.
Namun ketika anggota keluarga terkena batuk, Anda tak boleh lengah. Sebaliknya, Anda harus memperhatikan penyebab batuk dan dalam keadaan bagaimana batuk terjadi. Pasalnya, selain batuk biasa yang masih dalam batas toleransi, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit. Kalau batuknya sangat sering, misalnya terjadi siang malam, bisa jadi ini merupakan gejala penyakit batuk yang harus diobati.
Selain itu, terdapat juga batuk yang disebabkan oleh adanya kelainan pada tubuh. Misalnya batuk akibat adanya rangsangan seperti alergi karena debu atau udara kotor, atau karena bau-bauan yang menyengat. Batuk bisa juga terjadi akibat kelainan atau penyakit yang terjadi di saluran pernapasan. Contohnya TBC, penyempitan saluran napas, atau penyakit paru yang lain.
Pada bayi, batuk bisa merupakan gejala alergi, baik alergi susu maupun debu. Bayi juga bisa mengalami batuk karena infeksi virus dan adanya aliran balik isi lambung ke arah jalan napas (gastroesophageal reflux ). Batuk semacam ini biasanya terjadi pada anak yang mempunyai masalah pencernaan.
Pilih Obat yang Tepat
Jenis batuk yang beragam mengakibatkan penanganan batuk harus disesuaikan dengan penyebabnya. Apakah karena alergi, infeksi virus, atau kelainan fisiologis lain? Untuk pertolongan pertama, pemberian obat bebas boleh-boleh saja. Namun, jika anak sudah batuk berdahak, meski hanya sekali, sebaiknya Anda segera membawa buah hati ke dokter untuk membedakan apakah hanya flu biasa atau ada faktor alergi.
Yang tak kalah penting adalah mengenali jenis batuk, apakah batuk kering atau batuk berdahak. Dengan mengetahui jenis batuk, kita bisa membeli obat batuk secara tepat dan berkonsultasi dengan apoteker.
Perhatikan juga komposisi obat batuk atau apakah obat batuk itu mengandung komponen lain yang bisa mengatasi penyakit selain batuk. Pasalnya, saat ini obat batuk kerap dikombinasikan dengan obat lain, seperti antihistamin dan analgesik.
Jenis obat batuk yang beredar di pasaran saat ini adalah antitusif (menekan batuk), ekspektoran (mengeluarkan dahak), dan mukolitik (mengencerkan dahak). Beberapa zat yang biasanya terdapat dalam obat batuk di antaranya antitusif untuk menekan batuk dan dekongestan (melegakan jalan napas), pengencer lendir, atau kombinasi. Dekongestan umumnya membantu melebarkan saluran napas atas dengan jalan mengurangi oedema (pembengkakan saluran napas di hidung).
Nah, sebaiknya Anda berhati-hati ketika memakai obat batuk yang mengandung pengencer lendir. Khususnya untuk anak kecil yang otot-otot pernapasannya masih lemah. Selain tidak baik jika dipakai terlalu lama, lendir yang mengencer malah akan memenuhi saluran napas sehingga anak mengalami sesak napas.
Oleh karena itu, sebelum membeli obat batuk di toko obat atau apotek, pilih obat yang sesuai dengan batuk yang dialami anak. Pertama, sebutkan keluhan sesuai usia. Yang juga harus diperhitungkan, mana yang lebih diutamakan, apakah batuknya atau mengencerkan lendirnya. Terkadang, batuk justru tidak boleh ditekan, karena kalau ditekan dan anak tidak batuk, bisa-bisa anak malah sesak karena lendir. Nah, jika anak tak juga sembuh selewat seminggu, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dicari penyebab batuknya.

June 21, 2012

Tips Agar Gizi Balita Terpenuhi

Siapa yang tidak senang melihat balitanya tumbuh aktif dan cerdas? ciri balita yang sehat dapat dilihat dari fisik dan tingkah lakukan, balita yang sehat akan selalu ceria, senang bermain. Agar balita tumbuh sehat dan cerdas diperlukan pemenuhan gizi yang optimal dan seimbang. Berikut adalah tips untuk memenuhi gizi balita anda.

  1. Lakukan medical check up untuk balita setiap enam bulan sekali. Melalui ini kita dapat mengetahui kesehatannya. Apakah gizi balita tercukupi yang dapat terdeteksi melalui berat badan tinggi bandannya, ataukah gizinya kurang karena kita lengah mengawasi tumbuh kembangnya.
  2. Pemenuhan gizi balita yang baik dapat dilihat dari tumbuh kembangnya. Anak yang gendut belum tentu gizi balitannya terpenuhi. Bisa saja anak yang gendut adalah akibat ia terlalu banyak mengkonsumsi gula dan akhirnya menyebabkan obesitas pada tubuhnya. Gizi balita yang terpenuhi dapat dilihat dari caranya berpikir dan bertindak. Anak yang aktif dan pintar menangkap segala kondisi adalah bukti bahwa gizinya terpenuhi secara optimal. Anak yang pandai juga dapat dilihat ketika ia berhasil menceritakan kembali setiap peristiwa yang ia ingat dalam kesehariannya ketika dia bermain.
  3. Gizi balita bisa didapatkan dari sayur-sayuran, buah-buahan dan susu. Kita memberikan telur, hati ayam, sayur brokoli, wortel dan beberapa sayuran kaya serat lainnya. Jika ana sangat gemar dengan camilan, coba disiasati engan mengganti camilan tersebut dengan buah. Camilan yang banyak mengandung MSG atau perasa makanan dapat membuat kerusakan otak apabila dikonsumsi secara berkepanjangan.
  4. Berikan susu 2 kali sehari pada pagi dan malam hari. Jangan memberikan susu pada saat dia lapar, minum susu secara berlebihan juga tidak baik, karena bisa menyebabkan balita jadi tidak suka makan.
June 21, 2012

Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Anak susah makan merupakan permasalahan yang sering dikeluhkan orang tua, terutama para ibu. Berbagai cara mungk telah dilakukan untuk mengatasi anak yang sulit makan. Bahkan tidak jarang para ibu stres dalam menghadapai buah hatinya. Ketika si kecil berusia 6 bulan, saatnya mulai memberikan makanan padat pendamping ASI. Saat iniah kita harus cermat memperhatikan pola makannya. Mulai memberikan bubur susu, sari buah, lalu bertahap ke tekstur makan yang lebih padat. berikut adalah tips-tips untuk mengatasi anak yang susah makan.

  1. Coba sajikan makanan dalam porsi kecil. Ingat, lambung si kecil belum mampu menampung makanan terlalu banyak, jadi berikan ia makanan sedikit demi sedikit.
  2. Variasi makanan. Cobalah buat beberapa pilihan menu makanan, lali biarkan buah hati yang memilih sendiri makan yang ia sukai. Biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya.
  3. Sajikan dengan menarik. Setelah menyajikan banyak pilihan, sajikan dengan tampilan menarik. Misalnya: Mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear atau bebek kecil.
  4. Jadikan saat makan menyenangkan. Hindari mengancam, menghukum atau menakut-nakuti anaka agar ia makan lebih banyak. Ini akan membuatnya merasa bahwa saat makan saat yang tidak menyenangkan. Dan bukan tak mungkin menimbulkan trauma psikologi bagi anak.
  5. Makan teratur, Jadwalkan waktu makan dengan teratur, agar si kecil terbiasa dengan waktu makannya. Sama halnnya dengan waktu tidur,mandi dan sebagainya.
  6. Beli camilan sehat. Setelah bisa berjalan, si kecil gemar berekplorasi dengan lingkungannya. Apalagi ketika memasuki usia 2 tahun, aktivitasnya semakin banyak saja. Ini mungkin membuatnya sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang. Untuk menyiasatinya, berikan ia camilan sehat dalam porsi kecil namun beragam. Misal: bola-bola kentang isi wortel,daging cingcang, sus mini isi fla coklat, donat tabor keju dan sebagainya.
  7. Hindarkan gaya memaksa dan mengancam dalam membujuk anak. Selama waktu makan, minimalkan gangguan, misalkan matikan televisi dan jauhkan buku atau mainan dari meja makan.
  8. Libatkan anak anda untuk menyiapkan makanan. Misal: dengan meminta pertolongaannya untuk mengambil buah atau sayur di swalayan maupun membantu menyiapkan meja makan.
  9. Hindari memberi iming-iming makanan penutup sebagai hadiah. Hal ini dapat menyiratkan bahwa makanan penutup merupakan makan yang paling enak dan baik untuk anak. Makanan penutup dapat diberikan selama dua hari dalam seminggu.
  10. Batasi pemberian minuman disela-sela waktu makan. Minuman rendah lemak maupun jus buah segar memang penting untuk anak, namun bila terlalu banyak minum anak akan cepat kenyang.
June 20, 2012

Tips Psikologi: Anak Kita dan Facebook

tabloidnova.com- Setelah Amerika dan China, menurut sahibul hikayat, Indonesia adalah pengguna Face Book (FB) terbanyak di dunia.
Anak-anak kita yang berusia remaja, bahkan pra-remaja (12 tahunan) pun tak lepas kesukaan ber-facebook ria. Mengiringi fenomena ini, mulailah  orang tua resah karena mendapati anaknya punya “date” alias janji-janji dengan pria yang mereka kenal melalui FB. Dan karena terjadinya di dunia maya, maka tukang ojek berwajah lumayan, mudah sekali memberi kesan bahwa ia adalah  mahasiswa tahun terakhir ITB. Dengan adanya fenomena ini, hampir mustahil rasanya melarang anak-anak ber-FB. Manfaat FB sebenarnya juga cukup banyak bila digunakan  untuk hal-hal positif. Kata kunci untuk mengendalikan anak-anak adalah dengan mengalihkan perhatian.

Mengapa demam FB ini demikian hebat? Karena anak usia pra remaja dan remaja punya kebutuhan besar untuk mengidentifikasikan diri dengan hal yang lekat dengan atribut “keremajaan” mereka. Yang teman-temannya lakukan, terasa wajib ia lakukan juga.

Apalagi untuk anak pemalu, mereka akan mendapat kompensasi luar biasa dari kontak sosial di dunia maya, karena tanpa harus face to face, obrolan bisa lancar mengalir. Efeknya,  cinta maya (bukan lagi cinta monyet)  mudah sekali bersemi dan menjadi prioritas utama, menggeser kesenangan lain yang lebih sehat dan mendewasakan kepribadian dalam konteks dunia nyata.

MENCEGAH SELALU LEBIH MUDAH

Dalam psikologi, ada prinsip dasar yang diyakini, bahwa bila sesuatu mendatangkan perasaan positif, maka ini akan cenderung diulang dan diulang lagi. Demikian pula sebaliknya, akan dihindari dan malas dilakukan, bila  menghasilkan pengalaman tidak menyenangkan dan perasaan yang negatif.

Fenomena Facebook berakar pada pencarian jati diri, di tempat yang salah pada waktu yang salah pada orang yang tidak tepat pula. Maka, jadilah ibu, dan ayah yang menjadi teladan nyata bagi anak kita, agar mereka punya keinginan dan aspirasi ”Ah, kalau sudah dewasa kelak, aku ingin jadi sepeti Mama (Papa).” Jujur, punya integritas dalam menjalani hidup adalah pola ideal yang bila diadopsi anak, akan membuatnya mampu menjalani hidup dengan keputusan-keputusan bertanggung-jawab, termasuk tanggung jawab membagi waktu ntuk hal yang bermanfaaat bagi dirinya. Sopan santun terjaga, respek pada orang lain dan peduli pada kenyamanan orang, adalah sumber kematangan anak untuk mampu berhenti sejenak memikirkan diri sendiri dan punya keinginan untuk menyenangkan hati orang tua dan orang lain di sekitarnya. Tanpa ini, egoisme akan tumbuh subur, sehingga ia akan cuek, tetap mempertahankan perilaku dan kebiasaan yang jelas-jelas membuat ibu dan ayahnya tidak nyaman.

Rumah, mustinya jadi HOME dan bukan House. Bukankah bila rumah adalah tempat nyaman untuk pulang, anak akan tidak suka berkeliaran di Mall, di terminal bus ataupun membuat janji ketemuan di luar rumah? Bukannya tidak bocor atau kamarnya ber-AC, tetapi isi rumah itu sendiri, orang yang tinggal di dalamnya, mustinya mendatangkan rasa aman, diperhatikan dan diterima apa adanya, sehingga semua penghuni betah berlama-lama di dalamnya.

Orang tua, akan tetap bijaksana dan tidak “parno” alias sedikit-sedikit curiga atau cemas tanpa alasan jelas, bila ia juga rajin meng-up grade diri dengan kemajuan teknologi. Perlu tahu apa itu internet, apa yang terjadi di warnet, apa rasanya ber-FB, sehingga kesenangan dan kenikmatan yang melanda anak, bisa kita hayati juga. Utamanya, bila kita bisa bicara dalam “bahasa” yang sama dengan anak tentang sesuatu hal, ini akan membuat anak merasa  ia dipercaya sehingga punya tanggung jawab untuk memelihara kepercayaan ibu dan ayahnya.

Akhirnya, tetap beri peluang bagi anak untuk merasakan dan kemudian meyakini bahwa individu punya kebutuhan dasar untuk connected, terhubung secara nyata dengan individu lain, melalui kontak mata, sentuhan, pelukan dan belaian sayang dari orang yang menyayanginya. Bukankah,  Anda adalah orangnya? Sumber rasa sayang dan aman untuk anak Anda? Jangan pernah gantikan ini dengan limpahan fasilitas tekonolgi mutakhir yang lalu membuat anak makin terbenam dalam dunia maya yang sebenarnya cuma memberi semua rasa tadi, tetapi dalam bentuk semu, tidak nyata.
Rienny Hassan, pengasuh Rubrik Psikologi Tabloid NOVA.

June 19, 2012

Tips Melindungi Keluarga Sejak Dini

metrotvnews.com-Keluarga merupakan harta yang tak ternilai harganya. Sudah tentu Anda sangat mencintai keluarga. Dengan cara apa Anda memastikan masa depan keluarga? Perlukah melindungi keluarga dengan asuransi? Berikut cara cerdas melindungi keluarga seperti yang dilansir Health magazine:
1. Buat Surat Wasiat

Tanpa dokumen hukum, harta benda bahkan anak-anak Anda mungkin menjadi tunduk pada hukum negara. Artinya, nasib properti dan hak asuh anak-anak Anda dapat diserahkan kepada negara, bukan Anda. Seorang ahli keuangan Lynnette Khalfani-Cox mengatakan, biaya untuk seorang pengacara tidak sebanding dengan apa yang Anda miliki.

2. Dapatkan Asuransi Jiwa

“Jika memenuhi syarat, Anda bisa mendapatkan rencana 20 tahun ke depan yang terjangkau untuk harga pizza setiap bulan,” kata Khalfani-Cox. Pada dasarnya, asuransi jiwa harus menyediakan 5 hingga 10 kali jumlah gaji Anda, saat Anda telah tiada. Perbarui informasi penerima asuransi jiwa untuk keluarga Anda setiap tahun.

3. Menabung untuk Kuliah

Dengan biaya kuliah yang tinggi, menghemat uang yang Anda miliki adalah ide yang baik. Salah satu pilihannya adalah rencana atau asuransi pendidikan, di mana semua uang yang diinvestasikan ditujukan untuk pendidikan tingkat tinggi. Dana dapat digunakan untuk setiap perguruan tinggi, bukan hanya untuk sebuah perguruan tinggi negara.(Health/Wrt1)

June 19, 2012

Tips Agar Anak Suka Buah

mediaindonesia.com- MESKI buah dikatakan sebagai penyumbang beragam vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Namun terkadang buah-buahan justru menjadi musuh bagi sang buah hati. Untuk itu, berikut adalah cara jitu agar si kecil mau menyantap buah dengan lahap.

  1. Cobalah untuk mengajak si kecil berbelanja buah di supermarket. Jangan lupa selipkan informasi ringan mengenai kandungan buah yang baik bagi kesehatan tubuh.
  2. Cara lainnya, olah buah tersebut menjadi jus segar yang menggugah selera. Sajikan ke dalam gelas-gelas yang lucu yang disukai anak.
  3. Kreasikan jus dalam berbagai rasa. Anda dapat menambahkan aneka choco chip atau permen warna-warni di atasnya.
  4. Cobalah mengolahnya dalam bentuk milkshake dengan tambahan sedikit gula. Inilah cara menarik untuk menyembunyikan buah dalam penyajian. Beri sedotan agar si kecil lebih tertarik meminumnya.
  5. Buah juga bisa dibuat puding atau saus es krim. Tambahkan buah seperti jeruk, stroberi, dan lainnya ke dalam semangkuk puding beraneka bentuk.
  6. Cobalah untuk mencampur beragam buah menjadi variasi sup. Tambahkan sedikit siraman sirup atau madu dan bongkahan es batu.
June 19, 2012

Tips Agar Anak Doyan Makan Makanan Sehat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Acapkali orangtua dibuat pusing karena buah hatinya enggan makan makanan sehat. Sharon Hoerr, profesor ilmu makanan dan nutrisi manusia dari Michigan State University (MSU) punya tips jitu mengatasi masalah tersebut.

Sharon mengatakan, cara ampuh agar anak doyan makanan sehat adalah dengan Menyediakan suasana makanan sehat dirumah. Caranya dengan menerapkan menu makanan yang seimbang dan mengurangi membawa pulang beraneka makanan tidak sehat.

Menurutnya, bila orang tua melarang secara berlebihan anak untuk memakan sesuatu, padahal orang lain di rumah memakannya di depan anak-anak, maka ini justru bakal menimbulkan pola makan yang tidak sehat. Dengan kata lain, bila orang-orang dewasa sedang menyantap makanan tidak sehat, jangan sampai dilihat anak.

Sedangkan untuk tipe anak yang suka pilih-pilih makanan, Sharon menyarankan agar pada orang tua membuat anak tertarik dengan pola makan yang seimbang.  “Bawa mereka ke taman atau pasar, biarkan anak memilih sendiri buah atau sayur apa yang mereka hendak cicipi. Ajak anak Anda memasak sayur itu di rumah,” ujar dia menjelaskan seperti dikutip dari laman ScienceDaily.

June 19, 2012

Cara Mengetahui Bayi Tidur Nyenyak

TEMPO.CO – Orang tua kerap tidak menyadari bahwa bayi mereka belum tidur nyenyak seluruhnya. Lalu bagaimana ciri seorang bayi tidur nyenyak sepenuhnya?

“Tidur nyenyak ditandai dengan keadaan bayi yang rileks dan berbaring tenang dengan nafas teratur,” ujar dokter Rosalina Dewi Roeslani Sp.A(K) dalam acara Perayaan 15 Tahun Uni Charm Indonesia di Djakarta Theatre, Selasa, 12 Juni 2012.

Tidur nyenyak atau tidaknya pada bayi juga dapat dilihat dari pergerakan bola mata saat mata bayi terpejam atau yang dikenal dengan nama Rapid Eye Movement (REM). Tidur yang nyenyak pada bayi ditandai dengan tidak adanya REM pada bayi.

Tidur nyenyak dan berkualitas pada bayi, menurut Dokter Rosalina, sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi. “Karena merangsang hormon pertumbuhan dalam meregenerasi sel-sel tubuh dan perkembangan otak,” ujar Rosalina.

June 19, 2012

Tips Design Ruang Bermain Anak

TEMPO.CO Jakarta:Dunia anak adalah dunia bermain. Untuk membuat anak betah dan nyaman bermain di rumah, salah satu faktor yang harus diperhatikan orang tua adalah desain ruangan. Bagaimana mendesain ruang bermain anak? Situs dirumahsaja.com memberikan tip sebagai berikut.

fun playroom designs for kids

1. Lantai ruangan
Jika Anda memutuskan menggunakan karpet, pilihlah karpet yang mudah dibersihkan dari noda. Tak hanya itu, karpet juga harus dipilih yang tidak mudah terbakar dan pastikan bahannya non-toksik (tidak beracun) dan non-alergik (tidak mengandung zat penyebab alergi).

2. Keselamatan
Jika menggantung furniture, pastikan dipaku dengan kuat sehingga tidak terbalik. Kalau ruangan dilengkapi jendela, pastikan bukan model jendela yang tergantung tali yang bisa membahayakan anak.

3. Wallpaper
Agar suasana ruangan tidak membosankan, Anda bisa menggunakan wallpaper sehingga bisa diganti sewaktu-waktu sesuai keinginan anak. Wallpaper sangat pas untuk dekorasi dinding ruang bermain.

4. Pendingin ruangan
Jika memungkinkan, pasanglah pendingin ruangan (AC) di ruang bermain dengan suhu 20-28 derajat Celcius. Rentang suhu itu cukup nyaman bagi si kecil untuk terus beraktivitas dan tidur.

June 19, 2012

Tips Agar Anak Napsu Makan

toonpool.com

TEMPO.COJakarta – Widianti, 34 tahun, selalu pusing. Anaknya yang berusia 3 tahun 6 bulan susah makan. Muhammad Zidan yang tengah lincah-lincahnya ini tak bisa diam. Sebentar-sebentar berlari ke sana kemari atau terkadang menendang bola dan memainkan barang apa pun di sekitarnya. “Saking asyiknya bermain, dia kadang-kadang enggan diajak makan,” kata Widia kepada Tempo, Selasa 22 Mei 2012.

Sadar akan pentingnya asupan nutrisi bagi sang buah hati membuat warga Cipadu, Tangerang, ini tak kurang akal untuk terus membujuk Zidan agar makan. Beragam cara dia lakukan agar Zidan mengurangi mobilitasnya. “Misalnya, sambil diajak nonton film kartun,” kata Widia. “Jadi sambil dia nonton, sambil saya suapin makannya.”

Membuat suasana menyenangkan saat si kecil makan memang sangat penting. Apalagi buat anak yang malas makan karena aktif. Namun kerap kali orang tua salah strategi.

“Sangat penting membiasakan balita untuk makan dengan mengunyah makanan tanpa terburu-buru, menelannya secara tenang, dan dalam keadaan yang menyenangkan,” kata Saptawati Bardosono, dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, saat dihubungi Tempo, Selasa 22 Mei 2012.

Meski begitu, Saptawati menuturkan bahwa mengajak anak makan sambil menonton televisi kurang tepat. Sebab, proses makan juga seharusnya digunakan sebagai ajang komunikasi antara ibu dan anak. Menurut dia, anak harus diajari tentang apa yang dia makan, sehingga dia memahami makanan yang mengandung gizi dan menyukainya. “Kalau sambil menonton televisi, fokus anak akan berpaling dengan apa yang dia tonton,” kata Saptawati.

Cara yang bisa dilakukan, kata Saptawati, adalah dengan memberikan makan di sela-sela anak bermain. Ketika anak sedang bermain, ajak dia makan. Tidak masalah anak cuma beberapa menit makan dan tidak menyelesaikan makannya. Ketika anak kembali bermain, sang ibu menyiapkan selingannya. Yang penting, anak menerima tiga makanan utama dan selingan dengan kandungan kalori dan gizi yang lengkap.

“Makanan selingan bisa berupa susu ditambah buah, susu ditambah sereal, atau kue bikinan ibu,” ujarnya.

Menurut Saptawati, melakukan pemaksaan agar anak makan harus dihindari. Cara tersebut akan membuat anak justru merasa stres dan akan merusak perkembangan mental mereka. Setiap individu, kata dia, memerlukan suasana yang menyenangkan, sukarela, dan tertarik untuk mengkonsumsi makanan. Selain tidak bagus secara psikologis, pemaksaan itu akan mempengaruhi proses pencernaan dan metabolisme zat gizi yang terkandung dalam bahan makanan.

Hal lain yang mesti diperhatikan orang tua untuk buah hatinya adalah pola makan yang sehat. Sebab, hal ini juga menyangkut pembentukan sikap sejak dini bagi anak. Kuncinya, kata Saptawati, orang tua harus kreatif dan ulet dalam mengenalkan kebiasaan makan sehat kepada anak agar terpenuhi standar gizi yang seimbang. Tiga hal yang harus diperhatikan bagi para orang tua, khususnya ibu, dalam membentuk pola makan sehat bagi anak, yaitu jumlah, jenis, dan jadwal makan.

Terkait dengan jumlah, makanan bagi si kecil harus sesuai dengan kebutuhan energi dan zat gizi anak menurut usia dan kondisi. Jenisnya pun harus beragam. Orang tua harus membiasakan diri menyediakan makanan yang beragam yang meliputi makanan pokok sebagai sumber energi, lauk-pauk sebagai sumber protein dan lemak, sayur dan
buah sebagai sumber vitamin dan mineral, serta susu sebagai sumber protein dan kalsium.

Adapun terkait dengan jadwal, orang tua harus membuat jadwal makan yang teratur untuk memastikan asupan energi dan zat gizi di setiap waktu tertentu.