Archive for ‘Keluarga’

June 19, 2012

Tips Agar Gigi Anak Tumbuh Rapi

TEMPO.CO Jakarta:Orang tua pasti bahagia bila gigi anaknya berwarna putih dan berbaris rapi. Susunan gigi yang baik dan rapi ini berawal dari kebiasaan sejak kecil, saat gigi muda masih bergenerasi menjadi gigi dewasa.

Lima hal berikut perlu diperhatikan orang tua bila ingin gigi anak-anaknya tumbuh rapi dan tidak berjejalan.

1. Biasakan anak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin, terutama vitamin D dan mineral.

2. Perbanyak anak mengkonsumsi makanan berserat saat memasuki usia tumbuh gigi. Makanan jenis ini sangat membantu kerja gigi dan gusi sehingga keduanya dapat tumbuh sempurna dan gigi berjejal (bertumpuk) dapat dihindari.

3. Ajari anak agar tidak terlalu lama menggunakan dot atau sering mengisap jari. Kedua hal itu dapat mendorong gigi depan di rahang atas tumbuh lebih maju dibanding gigi di rahang bawah.

4. Jauhi dan jangan terlalu sering sang anak mengkonsumsi makanan yang dapat merusak gigi, seperti permen atau minuman bersoda.

5. Rajin memeriksakan gigi anak ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Bila anak memakai kawat gigi, sebaiknya lebih sering ke dokter gigi untuk membersihkan gigi yang tertutup atau di sela-sela kawat.

June 19, 2012

Cara Menenangkan Bayi Saat Dia Kesakitan

mediaindonesia.com- KETIKA bayi Anda merasakan sakit, baik itu dari hal-hal seperti gigi tumbuh, sunat, atau vaksinasi, sebagai orang tua, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk menenangkan si buah hati. Anda bisa menghibur dan meringankan rasa sakit yang mereka rasakan.

Baby, Don’t Cry.

Untuk membuat bayi Anda lebih tenang saat merasakan sakit, para alhi di The University of Michigan Health System menawarkan saran ini:

  1. Peluklah bayi hingga kulit Anda dan si buah hati saling bersentuhan.
  2. Alihkan perhatian bayi Anda dengan bernyanyi, berbicara, atau bergerak-gerak.
  3. Segera susui bayi Anda.
  4. Jika Anda tidak menyusui, berikan susu dalam botol yang dotnya telah direndam dalam dalam larutan gula.
  5. Tanyakan kepada dokter tentang pemberian obat penghilang rasa sakit yang ditujukan khusus untuk bayi.
June 19, 2012

Cara Asyik Belanja Seru Dengan Anak

REPUBLIKA.CO.ID,  Berbelanja dengan anak gampang-gampang susah. Awalnya penuh keriangan dan bisa berakhir dengan derai air mata si kecil. Tapi, sesungguhnya belanja bisa menjadi acara yang menyenangkan. Jan Hunt penulis masalah parenting merumuskan sepuluh kiat yang bermanfaat.

Belanja Dengan Anak

* Anak-anak mempunyai keterbatasan.

Jika Anda berbelanja dengan anak-anak, waspadai kebutuhan mereka. Apakah mereka lelah, lapar, panik oleh keriuhan keadaan, atau hanya butuh udara segar dan sedikit gerak, atau cuma perlu pelukan yang membuatnya merasa aman?

* Anak-anak secara alami selalu ingin tahu.

Sifat alami anak-anak selalu ingin tahu. Ya, begitulah cara mereka memahami sekelilingnya. Jika mereka ingin mengamati sesuatu yang menarik, jangan dimarahi. Tapi, bantulah mereka memegang benda itu secara aman. Atau, beri tahu bahwa benda itu bisa dipandang tanpa disentuh. ”Ini bisa pecah, kita lihat saja ya, sama-sama.” Kendati benda itu tak bisa dibeli, baiknya orang tua dan anak berbagi antusiasme.

* Berbelanja dengan bayi

Berbelanja dengan bayi akan jauh lebih mudah bila dilakukan setelah ia selesai istirahat dan kenyang. Bayi dan balita bisa dehidrasi di dalam mal yang panas. Jadi, pastikan ia mendapat minum beberapa kali. Bayi biasanya senang digendong. Alat gendongan atau ransel bayi lebih nyaman dan memberikan keamanan emosi pada si bayi ketimbang kereta dorong. Bawakanlah mainan bayi kecil yang bisa menyibukkannya, tapi ingatlah untuk berhenti sesering mungkin. Ajak dia bicara, kontak mata, dan beri dia pelukan.

* Berbelanja dengan balita

Balita bisa mulai dilibatkan dalam mengambil keputusan saat belanja. Libatkanlah anak dengan pertanyaan ”Mana jeruk yang tampaknya lebih baik menurut Adik?”. Dengan cara itu, suasana membosankan saat belanja pun bisa hilang. Anak-anak semua umur senang bisa ikut memilih sendiri saat belanja. Bawalah gambar dan buku yang menarik sebagai penghibur cadangan.

* Belanja dengan anak lebih besar

Anak yang lebih besar bisa banyak membantu saat belanja di supermarket. Ia bisa membantu mencari barang yang akan dibeli dan memasukkan dalam kereta belanjaan. Ia bahkan bisa memperpendek waktu belanja Anda.

* Hindari kerumunan

Belanja sebelum makan malam, ketika supermarket penuh, saat orang tua dan anak letih dan lapar, bisa membuat stres semuanya. Cobalah berbelanja di pagi hari, atau menjelang siang di hari libur. Dengan begitu, kita bisa mempunyai energi cukup dan juga kreativitas untuk menanggapi kebutuhan anak kita.

* Godaan di tempat keluar

Rak kecil di dekat kasir biasanya berisi aneka permen dengan kemasan yang menarik anak-anak. Bagian ini sering menjadi tantangan bagi para orang tua apalagi bila si anak letih dan lapar. Siapkanlah camilan favoritnya sejak dari rumah. ”Permen itu bungkusnya kelihatan bagus, tapi permennya tidak sehat. Ini kue dan minum yang kita bawa.”

* Saat harus bilang ‘tidak’

Bagian paling penting dari mengatakan ‘tidak’ adalah meyakinkan anak bahwa kita ada di pihaknya kendati kita tak bisa memuaskan seluruh keingiannya segera. Karena itu, akan membantu jika Anda mengatakan, ”Itu bagus, ya? Lihatlah baik-baik. Nanti, sampai di rumah, kita masukkan itu dalam daftar keinginanmu.”

* Bila Anda sampai pada batas …

Jika kesabaran dan energi Anda sampai pada batasnya, cobalah menunjukkan dengan contoh positif mengendalikan marah dan rasa lelah. Anda bisa mencoba mengatakan, ”Ayah mulai kehilangan kesabaran. Sepertinya ayah perlu istirahat sebentar. Ayo, kita keluar sebentar supaya bisa kembali segar.” Kendati hanya beberapa menit keluar dari keramaian, terasa bedanya pada orang tua dan anak.

* Jika anak-anak sampai batas mereka …

Bila setelah mencoba semua saran di atas, anak Anda mencapai batas kemampuannya untuk menahan diri, hormatilah. Acara belanja bisa menunggu. Tapi, anak yang kecapaian, lapar, amat kesal tak bisa menunggu.

Ingatlah, semua anak bertingkah laku seperti perlakuan yang mereka terima. Seorang anak yang secara teratur mendapat perhatian penuh, kesabaran, waktu orang tuanya akan mempunyai lebih banyak toleransi untuk acara belanja dan situasi serupa ketimbang anak yang harus menghadapi keadaan menegangkan tanpa dukungan emosi ini.

June 19, 2012

Tips Agar Anak Bisa Menghargai Uang

KOMPAS.com – Perilaku yang bijak dalam memegang uang sangat penting dimiliki oleh setiap orang, bahkan perlu diajarkan ke anak-anak. Sejak dini, mereka perlu belajar bagaimana cara menyimpan uang dan mengeluarkannya dengan bijak, sehingga kebiasaan ini dapat terus terbawa hingga dewasa nanti. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mendorong anak memiliki perilaku finansial yang sehat:

1. Buat anak berusaha untuk mendapatkan uang
Ketika anak ingin mendapatkan uang, Anda bisa menyuruhnya melakukan beberapa pekerjaan ekstra. Perlu diingat, pekerjaan ekstra ini bukanlah pekerjaan yang sebenarnya wajib ia lakukan sebagai bagian dari keluarga. Sebagai ide, Anda bisa memintanya mengumpulkan majalah atau koran bekas yang menumpuk di gudang, kemudian mengikatnya jadi satu, dan menjualnya ke tukang loak. Atau, Anda mendorongnya untuk membuat kerajinan tangan yang kemudian dijual di bazaar sekolah. Dengan begitu anak akan belajar bahwa untuk mendapatkan uang mereka harus berusaha dan bekerja sebaik mungkin. Begitu uang hasil jerih-payah sudah di tangan, mereka akan berpikir dua kali saat akan menggunakannya.

2. Berikan mereka uang jajan
Uang jajan memang akan membuat mereka bisa membeli apa yang diinginkan, tapi ini juga akan menjadi alat pembelajaran yang baik untuk anak dalam hal finansial. Jika anak sudah cukup besar, Anda bisa memberinya anggaran uang jajan mingguan atau bulanan, disertai dengan pesan bahwa Anda tidak akan memberi mereka lagi apabila uang itu sudah habis sebelum waktunya. Kondisi ini mendorong anak untuk belajar berhitung, dan mengeluarkan uang secara terencana.

3. Arahkan untuk lebih menggunakan transaksi tunai
Teknologi perbankan di masa sekarang memungkinkan anak untuk membawa kartu sebagai alat ganti pembayaran.Namun, ada baiknya Anda tetap membiasakan mereka untuk membawa uang tunai, karena saat berbelanja mereka akan melihat ketika uang yang dibawanya berkurang. Jadi, mereka akan didorong untuk membeli barang yang benar-benar diperlukan saja.

4. Berikan contoh yang baik pada anak
Anak tidak akan belajar berhemat atau mengeluarkan uang dengan bijak, bila sehari-harinya melihat Anda sangat boros. Karenanya, sebelum Anda mulai mengajar mereka untuk bijak secara finansial, sebaiknya Anda terlebih dulu juga meninjau sejauh mana kemampuan Anda mengelola keuangan. Hal ini akan memberikan dampak langsung pada anak, ketimbang hanya kata-kata belaka.

Tags:
June 13, 2012

Obat Tradisional untuk Bayi

[kompas.com]-Sebagai langkah pertolongan pertama, obat tradisional dapat diandalkan untuk mengatasi demam.

BANYAK orangtua panik bila mendapati suhu tubuh anaknya di atas rata-rata atau sering disebut demam. Sebagai pertolongan pertama, umumnya diberikan obat penurun panas yang berbahan dasar kimia seperti golongan parasetamol, asam salisilat, ibuprofen, dan lain-lain. Jarang sekali orangtua yang langsung teringat memberikan obat-obatan tradisional.

Padahal, obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman obat ini tak kalah ampuhnya sebagai pengusir demam. Malah, obat-obatan tradisional memiliki kelebihan, yaitu toksisitasnya relatif lebih rendah dibanding obat-obatan kimia. Jadi, relatif lebih aman, bahkan tidak ada efek samping bila penggunaannya benar. Soalnya, kandungan tanaman obat bersifat kompleks dan organis sehingga dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak. Selain itu, harganya pun lebih murah.

Tiga Jenis Demam

Namun, sebelum mengenal lebih jauh tentang tanaman obat penurun panas, perlu dipahami lebih dulu pengertian demam. Demam pada anak dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).
  2. Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).
  3. Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.

Nah, dari ketiganya, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain ramuan tradisional yang diminum, dapat juga diberikan baluran atau kompres untuk membantu.

Akan halnya demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 380°C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.

Aneka Obat Tradisional Penurun Panas

Inilah beberapa pilihan obat penurun panas tradisional yang dapat dicoba. Penting diperhatikan, dosis yang tercantum pada ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Bila ingin diberikan kepada anak, bacalah aturan dosis bagi anak dan sesuaikan dengan tingkatan usianya. (Lihat boks: Dosis Aman untuk Anak.)

  1. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans), Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit. Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.
  2. Kunyit (Curcuma longa), Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye. Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.
  3. Sambiloto (Andrographis paniculata). Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat menurunkan panas. Bahkan pada tahun 1991 pernah diadakan penelitian di Thailand bahwa 6 g sambiloto per hari sama efektifnya dengan parasetamol. Caranya: Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 g umbi kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga mendidih dan airnya tinggal 100 cc, kemudian saring. Setelah hangat, tambahkan 100 cc madu bunga kapuk atau mahoni, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian, berikan 3 kali sehari.
  4. Pegagan (Centella asiatica L.) Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine. Bermanfaat untuk menurunkan panas, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan. Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.
  5. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda. Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal. Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali sehari.
  6. Bawang merah (Allium cepa L.) Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin. Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.
  7. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis) Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri. Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.
  8. Meniran (Phyllanthus niruri L.). Tinggi tanamannya mencapai 1 meter, tumbuh liar, daunnya berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh. Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.
  9. Air kelapa muda. Air kelapa muda banyak mengandung mineral, antara lain kalium. Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Nah, untuk menggantikan keringat yang keluar, perbanyaklah minum air kelapa.

Dosis Aman untuk Anak

Penggunaan tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan aman. Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak:

   Usia                          Dosis

  • Bayi                   1/8 dosis dewasa
  • 2­-5 tahun           1/4 dosis dewasa
  • 6­-9 tahun           1/3 dosis dewasa
  • 10-13 tahun      1/2 dosis dewasa
  • 14-16 tahun      3/4 dosis dewasa

Penulis: Utami Sri Rahayu

Konsultan Ahli: dr Adji Suranto, SpA dari Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur (PDPKT DKI Jaya).

June 9, 2012

Cara Stimulasi Otak Janin dalam Kandungan

Agar Bunda melahirkan Si kecil yang cerdas dan pintar, berikanlah nutrisi terbaik & stimulasi sejak dini yaitu sejak didalam kandungan. Berikut beberapa hal yang bisa bunda lakukan:

  1. Konsumsi makanan bergizi, Ibu hamil membutuhkan zat gizi lengkap agar pertumbuhan janin di dalam kandungannya sempurna. Zat gizi ini berupa karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral serta mikronutrient seperti asam folat dan omega 3. Pilihlah variasi makanan dari tiap kelompok makanan yang berbeda untuk menjamin keseimbangan nutrisi. Makan teratur 3 kali sehari, dan konsumsi makanan ringan selingan 2 sampai 3 kali sehari. Dapatkan serat dari buah, sayur, gandum, sereal dan kacang-kacangan, lalu minumlah air sedikitnya 8 gelas sehari, di tambah susu rendah lemak dan jus buah segar. Makan satu porsi ikan yang kaya akan omega 3 untuk perkembangan maksimal otak bayi.
  2. Hindari stres, Kondisi stress ibu hamil diduga akan menghambat aliran oksigen ke janin. Padahal, kurangnya asupan oksigen dapat mengganggu perkembangan otak. Setelah lahir perhatikan kebutuhan anak akan rasa nyaman dan aman.
  3. Kembangkan kemampuan berkomunikasi, Pada usia 26 minggu, janin sudah mampu mendengar. Jika Bunda bersuara keras, ia akan bereaksi dengan membuka dan menutup kelopak matanya. Selain itu, mengajaknya berbicara juga dapat menjalin ikatan dengan janin.Setalah anak lahir ajak anak berbicara, membacakan cerita dan membiarkan ia mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Hal ini akan melatih anak menggunakan bahasa yang efektif, berimajinasi, berfantasi dan menambah kosa kata.
  4. Ransangan Musik. Musik klasik dapat memberi pengaruh positif pada proses perkembangan janin. Dari beberapa penelitian terbukti bahwa bayi yang sejak dalam kandungan diputarkan musik klasik, ketika lahir ia cepat merespon atau bereaksi terhadap musik yang biasa diputarkan untuknya. Oleh karena itu stimulasi musik sejak dalam kandungan sangatlah berguna.